Senin, 23 Juli 2012

Sama dengan Binatang

Seorang pemimpin pemberontak diberikan kebebasan penuh untuk meminta sesuatu sebelum ia dihukum pancung. Karena selama ini keinginannya untuk menjadi seorang raja belum kesampaian, maka ia minta untuk bisa duduk di kursi raja dan dilayani sebagaimana layaknya seorang raja. Permintaan itu dituruti. Selama 3 hari sebelum deadline itu ia diberi jubah raja, tongkat kerajaan, dan dayang-dayang yang siap melayaninya. Ia juga disiapkan hidangan yang lezat-lezat setiap hari. Sayang, itu hanya berlangsung 3 hari saja sebelum datangnya hari penghukuman!

Saudara, tidakkah ini yang terjadi dengan manusia yang selalu berpikir untuk kesenangannya sendiri? Mereka mengira bahwa hidup mereka hanya berakhir di bumi ini saja. Mereka sengaja mengabaikan akan adanya pengadilan Ilahi. Orang-orang semacam ini tidak ubahnya dengan pemimpin pemberontakan yang akan dihukum pancung. Dalam hidup mereka di dunia ini mereka hidup tanpa memperdulikan hukum Allah. Yang mereka pikirkan adalah kepuasan daging saja. Bahkan Petrus dengan berani berkata, “Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar” (2 Petrus 2:12).

Biasanya dalam surat-suratnya, perkataan Petrus tidaklah “segalak” surat-surat Paulus. Tapi kali ini ia membuat suatu pernyataan yang pasti menyinggung perasaan para pengumbar nafsu, sebab Petrus menyamakan mereka dengan binatang yang dilahirkan hanya untuk ditangkap dan dimusnahkan. Saya pikir, anjing pudel masih lebih berharga, sebab binatang ini disukai dan dipelihara banyak orang. Coba Anda pikir, binatang apakah yang terlahir hanya untuk dimusnahkan? Kecoakkah? Lalatkah? Tikuskah? Atau adakah bintang lain yang lebih “rendah” lagi?
Bersyukurlah, Anda sebagai orang percaya bukanlah orang yang dimaksud oleh Petrus. Anda adalah orang-orang yang berharga di mata Allah. Tidak hanya itu saja, bahkan melalui Petrus pula Allah menyatakan bahwa kita adalah “…. bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri….” (1 Petrus 2:9).

Renungan:
Kalau Anda adalah seorang pemuda dengan semangat membara, janganlah kobarkan semangatmu itu pada tempat yang salah atau untuk kepuasaan dagingmu. Melainkan, kobarkan semangatmu untuk melayani Allah dan sesama. Kalau tidak, Yesus akan tampil sebagai Hakim untuk mengadilimu dan menghukummu.

Banyak orang tidak mau dipanggil “binatang”, tapi perbuatan mereka menyatakan demikian.

 Ayat Bacaan : Pengkhotbah 11:9-12:8; 2 Petrus 2:9-12

“Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan”
(Pengkhotbah 11:9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar