Sebelum krisis jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan “cuma” sekitar 27 juta jiwa, kini tiba-tiba menggelembung menjadi tidak kurang dari 80 juta jiwa. Bahkan ada kecenderungan angka itu terus membengkak hingga menyentuh 100 juta jiwa. Tragis!
Apakah krisis ini tidak berdampak bagi jemaat Allah? Anda merasakannya? Jelas! Tanpa terkecuali krisis ini telah melanda ke berbagai lapisan masyarakat. Tapi kalau Anda termasuk orang yang lolos dari krisis ini dan keadaan ekonomi Anda tidak berubah, malahan Anda mungkin semakin diuntungkan dengan naiknya nilai dolar, firman Tuhan mengatakan supaya Anda tidak melalaikan mereka yang “sempoyongan” karena “upper cut” si raja KO, krismon.
Allah begitu peduli dengan orang-orang demikian, bahkan Yakobus pernah menghardik sebuah jemaat yang membuat pembedaan antara si kaya dan si miskin. Si kaya diberi kursi yang empuk, sedangkan si miskin disuruh berdiri (Yakobus 2).
Di mata Allah, harga jiwa si miskin dengan si kaya tidak ada bedanya. Kalau ada seorang konglomerat bertobat, maka seluruh malaikat Allah bersorak-sorai (Lukas 15:10). Demikian juga kalau ada pengemis bertobat, maka seluruh malaikat pun juga bersorak-sorai dengan sorakan yang sama, sukacita yang sama, dan pesta yang sama. Tapi kenyataannya, gema konglomerat yang bertobat lebih membahana daripada Mas Dul, sang penarik becak, yang bertobat. Lihat saja kabar dari mulut ke mulut yang keluar dari orang Kristen. Mereka berceloteh dengan semangat, “memuji kebesaran Tuhan” karena kebaikan-Nya. Mereka terharu, menangis, dan lain sebagainya karena konglomerat yang bertobat itu. Padahal dalam saat yang sama, Mas Dul juga berdiri di samping sang konglomerat saat altar call itu. Anehnya, nama ‘Dul’ tidak pernah disebut-sebut dan pendeta setempat pun kelihatannya lebih antusias menyambut sang konglomerat itu daripada Mas Dul. Tapi yang terpenting adalah keduanya sama-sama telah menerima keselamatan dan para malaikat merayakan keselamatan dua orang itu dengan pesta yang sama!
Renungan:
Saudara, Anda harus bertobat kalau selama ini Anda lebih memperhatikan orang-orang kaya daripada mereka yang ada dalam kesusahan. Kalau Allah tidak pernah membuat pembedaan, bukankah Anda juga harus mempunyai sikap yang sama?
Semua anak Allah yang bertobat ditulis-Nya dengan tinta emas dalam buku-Nya.
Ayat Bacaan : Pengkhotbah 9:13-18; Yakobus 2:1-4
“…… tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu” (Pengkhotbah 9:15)
“…… tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu” (Pengkhotbah 9:15)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar