Jumat, 14 September 2012

berbicaralah dengan benar

Ayat Bacaan : Yesaya 28:7-22; Efesus 4:25

“….. sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri”
 (Yesaya 28:15)

seorang anak kecil bertanya kepada ibunya, “Bu, apakah bohong itu?” Ibunya menjawab, “Anakku, bohong adalah kekejian bagi Tuhan…. tetapi pertolongan yang menyenangkan pada saat dibutuhkan!”
Apakah Anda “mengaminkan” perkataan ibu ini? Ya, kadang-kadang, bahkan sering kali kita berbohong untuk menghindarkan diri dari masalah. Tetapi sejauh manakah bohong itu dapat dibenarkan? Padahal firman Tuhan berkata, “Karena itu BUANGLAH DUSTA dan BERKATALAH BENAR seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota” (Efesus 4:25).

Beberapa orang berkata bahwa bohong adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan. Bohong adalah bumbu penyedap percakapan. Bohong adalah seni dalam bergaul dan berinteraksi dengan sesama. Dan herannya, orang yang suka ngibul (kalau tidak ketahuan) biasanya punya banyak kawan. Misalnya saja Anda adalah orang yang suka mengobral pujian. Hari itu Anda melihat teman wanita di kantor Anda yang baru pertama kali pakai rok mini. Meskipun untuk ukuran petinju, ia termasuk sekelas dengan Mike Tyson, tapi dengan gaya yang dibuat-buat ia berlenggak-lenggok membanggakan rok mininya yang dibelikan pamannya di Prancis.
Anda berkata, “Halo bidadari, hari ini kamu kelihatan cantik dan sangat pas dengan rokmu. Amboi kau begitu mencengangkan dunia hari ini.”
Padahal kalau mau jujur, pakaian yang dipakainya sama sekali tidak cocok!

Mengapa Anda tidak komentar yang benar atau diam saja? Kalau Anda komentar pujian, Anda terjebak dalam kebohongan yang Anda pikir oke-oke saja. Dan biasanya kalau Anda sudah menjadi “kulina” (terbiasa) dengan bohong-bohong “putih” Anda akan terus terikat. Seperti heroin yang mengandung zat candu yang membuat keranjingan untuk terus mencoba, demikian pula dengan orang yang biasa berbohong. Apa Anda pikir bahwa Tuhan “memaklumi” kebohongan-kebohongan yang Anda lontarkan?

Kalau Anda menyelidiki kehidupan Tuhan Yesus selama di bumi, Anda tidak akan pernah menemukan satu pun kebohongan yang ia buat. Petrus berkata bahwa Yesus tidak pernah berdusta (1 Petrus 2:22). Ini kebalikan dengan setan. Yesus berkata bahwa ia adalah Bapa segala dusta (dusta “putih” tidak termasuk???) (Yohanes 8:44).
Kalau Anda rindu menjadi seperti Yesus, Anda juga harus belajar untuk tidak berbohong. Jadi buanglah basa-basi Anda yang penuh dengan kebohongan itu. Belajarlah mulai hari ini untuk berbicara benar.

Renungan:
Coba Anda hitung, berapa kalikah Anda berbohong hari ini? Kemarin? Atau hari-hari sebelumnya? Kurangilah kata-kata bohong Anda. Jangan banyak basa-basi yang tidak perlu. Karena basa-basi tanpa kasih adalah dusta semata.

Lebih baik kritikan daripada pujian dusta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar